Ikan Koi

Sinking Disease Bisa Sembuh?

SINKING disease merupakan momok bagi para penghobi koi, penyakit ini biasa menyerang koi yang berukuran jumbo. Sesuai Namanya, koi yang terserang sinking disease akan menunjukan gejala seakan-akan ikan tenggelam di dasar kolam dan kesulitan untuk berenang naik ke permukaan. Pada koi dan ikan lainnya kemampuan ikan mengapung bergantung pada gelembung renang (swim bladder). Sejatinya, sinking disease merupakan gangguan daya apung ikan (buoyancy disorder). Terdapat dua macam gangguan daya apung yang dapat terjadi, yaitu positive buoyancy dan negative buoyancy. Pada ikan yang mengalami negative buoyancy, akan terlihat gejala ikan “parkir” terusa menerus di dasar kolam dan kesulitan berenang naik ke permukaan, sebaliknya pada ikan yang mengalami positive buoyancy akan terlihat gejala ikan terus menerus mengapung di dekat permukaan air dan kesulitan berenang ke dasar kolam. Terdapat beberapa penyebab ikan mengalami sinking disease atau negative buoyancy yaitu dislokasi gelembung renang, akumulasi cairan, dan rupture (rusak atau robek).

 

Dislokasi Gelembung Renang

Koi yang normal memiliki sepasang gelembung renang (anterior dan posterior) yang posisinya berada di tengah-tengah tubuh. Pada beberapa kasus sinking disease, gelembung renang mengalami perpindahan lokasi (dislokasi) yang menyebabkan koi kesulitan untuk mengapung dan berenang dengan normal. Terjadinya dislokasi gelembung renang koi dapat disebabkan karena gelembung renang tertekan oleh gonad atau telur yang jumlahnya sangat banyak. Hal lai yang menyebabkan dislokasi gelembung renang yaitu adanya kista atau tumor yang memenuhi rongga perut ikan sehingga gelembung renang tertekan atau berpindah posisi. Untuk mengetahui sinking disease yang disebabkan oleh dislokasi gelembung renang, perlu dilakukan pemeriksaan radiologi dengan x-ray.

 

Penanganan untuk negative buoyancy yang disebabkan oleh dislokasi gelembung renang, disesuaikan dengan penyebabnya. Pada kasus gelembung renang tertekan karena telur, dilakukan “buang telur” baik melalui proses pemijahan ataupun dengan injeksi hormone. Setelah telur dikeluarkan, gelembung renang akan Kembali ke posisi normal. Pada kasus yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor atau kista, perlu dilakukan tindakan operasi.

 

Akumulasi Cairan

Pada koi yang normal, kedua gelembung renangnya terisi penuh oleh udara sehingga koi dapat mengapung dan berenang dengan baik. Pada beberapa kasus koi yang mengalami sinking disease, gelembung renang koi terisi oleh cairan. Adanya akumulasi cairan menyebabkan berkurangnya ruang bagi udara di dalam gelembung renang, akibatnya koi kesulitan dan terlihat

“berat” saat akan berenang ke permukaan. Adanya akumulai cairan di dalam gelembung renang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun adanya proses peradangan dalam waktu yang lama (kronis). Penanganan yang dapat dilakukan untuk kasus akumulasi cairan yaitu dengan melakukan pungsi dan aspirasi cairan di dalam gelembung renang.

 

 

Prosedur pungsi (suntikan atau tusukan untuk mengeluarkan cairan atau darah dari badan)

dan aspirasi gelembung renang dengan menggunakan needle khusus yang diameternya kecil dan

memiliki ukuran jauh lebih Panjang dari jarum suntik biasa. Penggunaan needle khusus ini bertujuan agar needle tidak menyebabkan banyak kelukaan pada jaringan di sekitar luka tusukan, ukuran needle yang panjang memudahkan needle untuk mencapai gelembung renang yang letaknya jauh di tengah-tengah rongga tubuh. Terdapat dua jenis cairan yang umunya berhasil dikeluarkan dari gelembung renang, ada cairan yang berwarna kekuningan dan ada juga cairan yang bening tidak berwarna. Hasil penelitian William H. Wildgoose yang diterbitkan pada Fish Veterinary Journal tahun 2007, mengungkapkan, pada cairan yang berhasil dikeluarkan dari gelembung renang ikan yang mengalami negative buoyancy, mengandung beberapa jenis bakteri seperti Aeromonas sp., Pseudomonas sp., dan Mycobakterium. Penggunaan antibiotic pada koi yang mengalami sinking disease, bertujuan untuk melawan infeksi dari bakteri tersebut, selain itu antibiotik mencegah adanya infeksi susulan yang disebabkan dari luka akibat pungsi dan luka yang biasanya terdapat di bagian bawah (ventral) ikan yang mengalami sinking disease.

 

Ruptur, Robek pada Gelembung Renang

Pada koi yang mengalami sinking disease akibat adanya rupture pada gelembung renang memiliki prognosa atau kesempatan hidup yang rendah. Gelembung renang yang sudah mengalami kerusakan atau rupture dapat disebabkan karena adanya luka traumatic akibat ikan terbentur ataupun terjadi karena infeksi dan akumulasi cairan yang sudah sangat parah. Beberapa dokter hewan (ikan) di Amerika mulai mempertimbangkan opsi untuk mengganti gelembung renang ikan yang rusak dengan gelembung renang prostetik. Walaupun secara teoritis hal tersebut mungkin saja dilakukan, namun belum diketahui secara pasti bagaimana teknik dan kemungkinan komplikasi yang terjadi dari Tindakan tersebut.

 

Kesimpulan

Secara anatomis koi termasuk ikan physostomus, yang artinya koi memiliki saluran yang menghubungkan kerongkongan (esophagus) dengan gelembung renang. Hal ini memungkinkan

masuknya agen-agen pathogen penyebab penyakit yang berada di air, tidak sengaja tertelan melalui esophagus dan pada akhirnya masuk ke dalam gelembung renang dan menyebabkan infeksi. Oleh karena itu Kesehatan dan manajemen pemeliharaan air lagi-lagi menjadi kunci pencegahan dari penyakit ini.

 

Sinking disease termasuk penyakit dengan tingkat kesembuhan yang sangat rendah, akan tetapi belum pernah ditemukan kasus penularan dari koi yang terjangkit sinking disease ke koi yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *