Article

pH Air Kolam Koi

Fakta ini mengharuskan pemilik kolam koi untuk mencegah terjadinya pH swing dengan cara bufferingMengapa pH swing berbahaya? pH swing merupakan nilai dari – (minus) logaritma dari konsentrasi ion H di perairan. Jadi setiap kenaikan atau penurunan sebesar 1 nilai pH itu artinya perbedaan konsentrasinya adalah 10 kali lipat, sehingga apabila selisih angkanya adalah 2, maka perbedaan konsentrasinya  adalah 10×10=100 kali lipat. Untuk koi, jelas bahwa perbedaan semacam itu menjadi sangat mengejutkan.

Ilustrasi pada gambar sebelumnya kita gunakan sebagai panduan pemahaman untuk memahami pH.  Andaikan semula anda mempunyai koleksi 2 Hi Utsuri dan 1 Ochiba, kemudian ditambah dengan 1 Chagoi dan 2 Ochiba, apakah yang ada dalam daftar koleksi anda? Mudah jawabnya, yaitu 2 Hi Utsuri, 1 Chagoi, dan 3 Ochiba (2H, 1C dan 3O).

Sekarang kita pakai logika sederhana diatas untuk mencoba memahami kimia air. Kalau semula ada H2O (2 buah Hidrogen dan 1 Oksigen—dalam kimia jumlah ditulis dibelakang unsur), kemudian ditambah CO2 (1 Carbon dan 2 Oksigen), maka akan menjadi H2CO3 (2 Hidrogen, 1 Carbon dan 3 Oksigen). Sama persis dengan logika koleksi koi!

H2O adalah air, CO2 adalah karbon dioksida, dan H2CO3 adalah asam karbonat. Dengan kata lain, bila air ditambah karbon dioksida maka akan menjadi asam karbonat. Dan faktanya, kolam koi adalah pabrik yang sangat produktif menghasilkan karbon dioksida, antara lain dari respirasi koi dan flora air, proses nitrifikasi, dan oksidasi senyawa organic (pembusukan).

Ingat, sekarang anda mempunyai 2 Hi Utsuri, 1 Chagoi dan 3 Ochiba. Anda bisa memilih untuk:

  • Menampung koi-koi tersebut dalam satu kolam (ilusrasi 2 paling kiri).
  • Menampung mereka dalam dua kolam berbeda, 1 Hi Utsuri, 1 Chagoi dan 3 Ochiba dalam satu kolam, dan satu kolam lain menampung 1 Hi Utsuri (ilustrasi 2 tengah).
  • Menampung 1 Chagoi dan 3 Ochiba dalam kolam pertama, sedangkan kolam kedua menampung 2 Hi Utsuri.

H2CO3 bisa melepaskan 1 hidrogen sehingga menjadi HCO3 + H (bikarbonat + hidrogen). Unsur H bisa lepas lagi sehingga menjadi CO3 + 2H (karbonat + 2 hidrogen). Kedua proses tesebut menaikkan nilai pH. Hidrogen bisa juga diikat Kembali, bergerak kearah kiri, sehingga nila pH  turun.lepas dan terikatnya hidrogen bisa terjadi dengan cepat pada skala yang tinggi sehingga terjadi pH swing.

Salah satu contoh praktis kegiatan yang berkaitan dengan ini adalah pada saat aklimatisasi ikan yang berasal dari packing tertutup. Umumnya kita hanya memikirkan perbedaan suhu dan mengatasinya dengan merendam kemasan sebelum membukanya.padahal ada kemungkinan perbedaan nilai pH air dalam packing dengan nilai pH air ikan ditebar yang bisa fatal.

Hal tersebut sering terjadi karena selama ikan berada di dalam packing terjadi perubahan kualitas air akibat respirasi dan feses yang dihasilkan selama transportasi berlangsung atau air sumber tujuan / tebar ikan bernilai pH tinggi. Kondisi ini jika tidak diantisipasi maka dapat mengakibatkan ikan stress dan berdampak pada munculnya penyakit bahkan kematian dalam waktu cepat. Oleh karena itu diperlukan pengecekan air dan bila perlu penambahan larutan pH buffer untuk mempercepat adaptasi selain dari penambahan air ikan tebar secara perlahan pada saat proses aklimatisasi ikan.

Untuk kolam koi diperlukan alkalinitas yang diukur dengan skala KH (carbonate hardness), yang berfungsi sebagai buffer. Cara kerjanya bisa diibaratkan seperti spon—bila ada kelebihan air didekatnya diserap, dan bila disekelilingnya kering air dilepaskan. Spon itulah yang dinamakan sebagai buffer.

Demikian juga KH, bila kadarnya mencapai paling tidak 100 mg/L CaCO3 di dalam air bisa menjalankan fungsi serupa sehingga menjadi pH buffer. Bial pH tinggi, hidrogen yang terlalu banyak didalam air ditangkap dan diikat sehingga pH Kembali ke nilai semula. Sebaliknya bila pH menukik, air miskin hidrogen, buffer melepaskan hidrogen kedalam air sehingga pH Kembali ke nilai semula. Dengan cara demikian, pergeseran nilai pH dalam skala besar dan mendadak bisa dicegah.

Penting sekali untuk menjaga KH pada kadar 100-150 mg/L agar pH mempunyai buffer sehingga tidak fluktuatif. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan sodium bikarbonat (NaHCO3) / soda kue ke dalam kolam. Pilihan lain adalah menggunakan cangkang oyster karena mengandung kalsium karbonat dan bisa menaikan KH. Bagaimanapun, menggunakan suplemen yang mengandung bikarbonat yang dibuat dan dikemas khusus untuk kolam koi memudahkan pekerjaan buffering.

One thought on “pH Air Kolam Koi

  1. Willievog says:

    Несомненно стильные новости мира fashion.
    Важные мероприятия известнейших подуимов.
    Модные дома, лейблы, haute couture.
    Приятное место для модных хайпбистов.
    https://fashionsecret.ru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *