Ikan Koi

Koi adalah Keindahan

Menghadirkan suasana alami di komplek perkotaan sudah barang tentu perlu strategi khusus dan totalitas. Demikian pula yang dilakoni Kusnadi Sukarja, seorang penghobi koi yang tengah merintis menjadi Koi Dealer yang tinggal di Taman Kebon Jeruk Intercon.

Kolam koi di rumahnya didesain sedemikian rupa sehingga mampu menghadirkan keindahan alami seperti yang diinginkannya. Batu-batu artifisial disusun sedemikian rupa berselang-seting dengan aneka tanaman. Air terjun mendominasi di salah satu sisi kolam. sehingga membentuk tebing lengkap dengan air terjunnya. Suara gemericik air mampu menghadirkan suasana yang menenangkan; sejuk, segar, dan alami seperti ketika menyaksikan aliran sungai di pedesaan. Bebatuan artifisial tentu tidak dapat menyaingi keindahan batu asli, namun demikian totalitas desain kolam ini mampu menghadirkan kesan alami yang tentu saja mendatangkan kebahagiaan bagi sang pemilik.

Kolam koi ini dirancang sealami mungkin, termasuk tanpa menggunakan atap/penutup, tanpa pagar tentu dengan segala risikonya; kolam terpapar sinar matahari dan hujan langsung masuk ke kolam. Kolam berukuran 4 x 6 m2 dengan kedalaman 2 meter ini dilengkapi dengan 50% bagian filter serta 3 buah Chiller berkekuatan 2 PK-terbukti sampai saat ini kolam cukup kuat untuk menjamin koi-koi tumbuh pesat bahkan dengan full makan sampai 2 kg per hari.

Kusnadi mengenal koi sejak lama, namun ‘baru’ mencoba memeliharanya secara serius sejak 3 tahun lalu. Sejak kecil ia hobi memelihara berbagai ikan hias. Awalnya adalah sebuah kolam renang yang nganggur, kemudian diubahnya menjadi kolam koi. Kolam kOi yang berasal dari kolam renang ini berlokasi di Cilandak, sekitar belakang Cilandak Town Square saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi kolam koi komersial yang bertujuan untuk mengembangkan lmported Koi Centre sekitar bulan Maret 2070 nanti.

Sedangkan kolam alami yang saat ini dihuni koi-koi koleksi terpilihnya berlokasi di rumahnya, di Intercon. Cukup panjang sudah pengalaman pahit dan manis yang dilalui, termasuk kehilangan beberapa koleksinya karena penyakit Aeromonas, Untunglah. semua pengalaman ini tidak membuatnya jera. Kecintaan Kusnadi pada koi justru makin bertambah. Baginya memelihara koi adalah tantangan tersendiri. Ilmu memelihara koi harus dikuasai, maka hobi koi akan menjadi hobi yang menyenangkan, juga menenangkan, dan bukan sebaliknya.

“Koi adalah keindahan, siapa pun yang menyukai keindahan akan mudah jatuh cinta pada koi. Saya salah satunya…”

Beruntunglah Kusnadi mempunyai beberapa teman, yang juga disebutnya sebagai ‘suhu’, sehingga ilmu memelihara koi dapat ditingkatkan dalam waktu relatif singkat. Perkenalannya dengan Soegianto [Rayhan Wijaya Soegianto, Fei Koi] membuat segala kemungkinan terbuka, termasuk salah satunya merintis sebagai Koi Dealer.

Membesarkan Tosai sampai Jumbo

Menikmati koi adalah hasil akhir. Ketika seorang penghobi koi mampu menikmati koi, maka sebenarnya ia telah melewati serangkaian pengalaman; penuh liku-liku trial and error, bahkan frustasi. Menurut Kusnadi, hal-hal semacam ini telah dilaluinya. Bahkan waktu itu ia cukup dipusingkan dengan banyaknya pendapat tentang bagaimana memelihara koi, setiap kepala punya pendapat berbeda. Hanya keuletanlah yang membuatnya bertahan, sampai sesuatu ketika ia mempunyai keyakinan sendiri tentang bagaimana memelihara koi.

Sejak saat itulah Kusandi sangat menikmati membesarkan koi Tosai sampai menjadi Jumbo. Bukan hal mudah, dan tentu saja butuh proses yang panjang. Tosai yang dipilih tentu saja yang potensial. Pemeliharaan yanng baik dan konsisten menjadi kunci seekor koi dapat terus tumbuh sehat dan menjadi Jumbo. Tentu saja faktor perawatan air dan sistem kolam yang memadai menjadi syarat utama. Beberapa breeder menjadi andalannya dalam memilih Tosai favorit seperti dari Taniguchi, Sakai, dan beberapa farm ternama lainnya. Beberapa koi-koi yang dipeliharanya saat ini tumbuh dengan optimal di kolam rumahnya, beberapa bahkan telah menjadi Jumbo seperti impiannya. Maka dengan kondisi seperti ini kolamnya terlihat penuh.

Beberapa waktu ke dapan beberapa penghuni kolam ini akan mengalami seleksi; hanya yang terbaik yang akan tinggal. Sekaligus, dipersiapkan untuk berlaga pada kontes koi. Kita tunggu saja.

Saat ini di kolamnya dihuni sekitar 30 koi ukuran sedang sampai jumbo. Pada awalnya kolam ini memang terlihat sepi lantaran beberapa koi-koi itu masih berukuran kecil [Tosai].

Sesuai rencana, sekitar 7 sampai 8 ekor akan dikeluarkan dari kolam untuk mengurangi kepadatannya. Koi-koi aneka varietas mulai dari Gosanke, Asagi, Sushui, Goshiki, dan Tancho tampak tumbuh optimal.

Koi, Kehidupan, dan Pekerjaan

Koi jelas mempengaruhi kehidupan, juga pekerjaan. Berkat memelihara koi, Kusnadi mengaku semakin terlatih untuk sabar, lebih realistis tentang harapan-harapan dalam hidup, dan tetap santai dalam menghadapi berbagai masalah. Sungguh dalam pelajaran yang dapat dipetik dari memelihara koi.

Sampai saat ini Kusnadi sangat menikmati interaksi dengan koi-koi miliknya. Selanjutnya ia ingin hobi ini makin luas, dengan banyaknya teman sehobi yang dijalin saat ia membuka Koi Dealer nanti. Menurutnya, koi sangat menyenangkan dinikmati bersama-sama, dalam satu grup saling mengisi dan memberi masukan.

Jika ditanyakan apakah masih ada keinginan untuk mengembangkan kolam ini, Kusnadi menjawabnya dengan diplomatis; menurutnya memelihara Koi adalah satu hal yang diplomatis; Akan selalu ada penemuan dan teknolgi terbaru. Demikianlah hobi koi ini menjadi semakin menarik dan menantang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *